Impaksi Gigi Bungsu Tak Segera Ditangani, Apa Efeknya?

Gigi bungsu atau wisdom tooth adalah gigi geraham ketiga yang biasanya tumbuh di usia 17-25 tahun atau bahkan di umur 30-an. Dalam banyak kasus, gigi bungsu tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh sempurna sehingga posisinya menjadi miring, hanya tumbuh sebagian, atau bahkan terjebak di dalam gusi maupun tulang rahang sehingga menyebabkan adanya rasa sakit. Kondisi inilah yang disebut impaksi gigi bungsu.

Impaksi gigi bungsu sering kali menimbulkan keluhan yang mengganggu, di antaranya:

  • Nyeri di area belakang rahang.
  • Gusi bengkak, kemerahan, dan berdarah.
  • Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut.
  • Sakit kepala atau nyeri yang menjalar ke telinga.
  • Kesulitan membuka mulut dengan lebar.

Dalam beberapa kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi, dan jika ternyata ditemukan adanya impaksi gigi bungsu, tindakan yang biasa dilakukan adalah odontektomi, yaitu prosedur pencabutan gigi bungsu yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut. Prosedur ini dapat dilakukan dengan aman di klinik gigi yang memiliki fasilitas memadai, bahkan dengan dukungan ruang operasi (operatiekamer/OK) bila dibutuhkan untuk kenyamanan pasien.

Mengabaikan impaksi gigi bungsu dapat menimbulkan berbagai masalah serius, seperti:

  • Infeksi berulang pada gusi (perikoronitis).
  • Kerusakan gigi sebelahnya akibat dorongan gigi bungsu.
  • Timbulnya kista atau kerusakan tulang rahang.
  • Gangguan susunan gigi lain karena pergeseran.

Oleh karena itu, penanganan sejak dini sangat dianjurkan agar terhindar dari komplikasi yang lebih parah.

Jika kamu mengalami gejala impaksi gigi bungsu atau ingin memastikan kondisi gigi bungsumu, kamu dapat konsultasikan di Dharmawangsa Dental Studio. Setiap tindakan untuk impaksi gigi bungsu akan ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah mulut berpengalaman dengan fasilitas modern dan lingkungan klinik yang nyaman.

Hubungi Dharmawangsa Dental Studio sekarang juga untuk membuat janji konsultasi!