Gigi Goyang Padahal Tidak Berlubang, Mengenal Penyakit Periodontitis

Banyak orang beranggapan bahwa selama tidak ada lubang (caries), maka gigi mereka dalam kondisi sehat. Padahal, ada ancaman tersembunyi yang tidak menyerang struktur gigi, melainkan menyerang “fondasi” tempat gigi tertanam. Kondisi ini disebut sebagai Periodontitis.

Di Dharmawangsa Dental Studio (DDS), kami sering menghadapi pasien yang datang dengan keluhan gigi goyang, padahal mahkota giginya tampak putih bersih dan utuh. Periodontitis adalah tahap lanjut dari peradangan gusi yang jika dibiarkan, akan menghancurkan tulang rahang secara permanen.

Mengapa Gigi Bisa Goyang Tanpa Ada Lubang?

Gigi manusia tidak menempel langsung pada gusi, melainkan tertanam di dalam tulang rahang dan diikat oleh serat-serat halus yang disebut ligamen periodontal.

Menurut jurnal The Lancet, periodontitis terjadi ketika infeksi bakteri dari plak dan karang gigi menyusup jauh ke bawah garis gusi. Bakteri ini memicu respon imun tubuh yang sangat kuat. Ironisnya, zat kimia yang dikeluarkan tubuh untuk melawan bakteri tersebut justru ikut merusak jaringan ikat dan melarutkan tulang alveolar (tulang penyangga gigi).

Sederhananya, gigimu goyang bukan karena giginya yang rusak, tapi karena “tanah” tempatnya tertanam sudah hilang/terkikis.

Gejala Periodontitis yang Sering Diabaikan

Berdasarkan standar diagnosis dari American Academy of Periodontology (AAP), berikut adalah tanda-tanda bahwa kamu kehilangan tulang penyangga gigi:

  1. Gusi Turun (Resesi): Gigi terlihat lebih panjang dari biasanya karena garis gusi menyusut ke bawah.
  2. Celah Gigi Baru: Tiba-tiba muncul celah di antara gigi yang sebelumnya rapat (karena gigi mulai bergeser akibat kehilangan pegangan tulang).
  3. Gusi Berdarah dan Bau Mulut: Napas yang tidak sedap secara kronis akibat gas sulfur yang dihasilkan bakteri di dalam saku gusi yang dalam.
  4. Abses Gusi: Munculnya nanah di antara gigi dan gusi.
  5. Gigi Goyang atau Bergeser: Ini adalah stadium lanjut yang menandakan kehilangan tulang sudah mencapai lebih dari 50%.

Apakah Tulang yang Hilang Bisa Tumbuh Kembali?

Secara alami, tulang rahang yang sudah hancur akibat periodontitis tidak dapat tumbuh kembali dengan sendirinya. Namun, dengan bantuan Periodontis (Spesialis Gusi dan Jaringan Penyangga) di DDS, kita bisa melakukan langkah penyelamatan:

  • Scaling & Root Planing: Membersihkan “fokus infeksi” hingga ke akar terdalam agar kerusakan tulang berhenti.
  • Bone Grafting (Cangkok Tulang): Dalam kasus tertentu, kita bisa melakukan prosedur bedah untuk merangsang pertumbuhan tulang baru menggunakan material tulang sintetis.
  • Splinting: Mengikat gigi yang goyang ke gigi tetangganya yang kuat agar stabil selama masa penyembuhan.

Periodontitis sering kali tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat hingga tahapnya sudah sangat parah. Itulah sebabnya penyakit ini sangat berbahaya. Melakukan rontgen digital secara rutin di Dharmawangsa Dental Studio sangat penting untuk memantau level ketinggian tulangmu, bahkan jika gigimu terlihat sehat dari luar. 

Merasa Gigimu Mulai Bergeser atau Terasa Longgar? Jangan menunggu sampai gigi tersebut tanggal dengan sendirinya. Periodontitis yang terdeteksi dini masih bisa ditangani untuk menyelamatkan gigi aslimu. Segera konsultasikan kesehatan tulang penyangga gigimu dengan tim spesialis Periodontis kami di Dharmawangsa Dental Studio.