Memutuskan pasang behel (orthodontic treatment) bukan perkara murah dan singkat, ini investasi kesehatan dan penampilan jangka panjang. Supaya hasilnya maksimal, ada serangkaian persiapan yang perlu dilewati, salah satunya apakah harus menjalani bedah mulut dulu atau tidak? Yuk, bongkar mitor dan fakta seputar prosedur ini.
Sebelum membahas lebih dalam, persiapan sebelum pasang behel ini penting untuk:
- Mencegah komplikasi: gigi impaksi, sisa akar, atau gigi berlubang parah yang bisa membuat bracket copot dan gigi jadi bermasalah.
- Mempercepat pergerakan gigi: rahang bersih dari hambatan (contoh: gigi bungsu miring) membuat proses behel lebih efisien.
- Menghemat biaya jangka panjang: perbaikan dadakan di tengah perawatan justru membuat biaya membengkak karena ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan.
Tahapan yang dilakukan dalam pemeriksaan pra-behel?
- Foto panoramic dan cephalometric: mengecek posisi akar dan struktur rahang untuk menentukan rencana gerak gigi.
- Dental checkup lengkap: mengecek apakah ada karies, tambalan rusak, atau kalkulus sehingga masalah muncul dapat dirapikan terlebih dahulu.
- Occlusal analysis: untuk mengecek apakah posisi gigi overbite atau crossbite atau tidak sehingga membantu menentukan jenis behel dan durasinya.
- Konsultasi dengan Spesialis Bedah Mulut: mengecek apakah ada potensi pembedahan akibat adanya gigi impaksi, frenulum, dll
Kapankah Bedah Mulut Menjadi Wajib?
- Impaksi gigi bungsu: Jika gigi bungsu tumbuh miring dan menekan gigi geraham kedua, maka perlu diangkat supaya tidak menghambat pergerakan.
- Ekstraksi selektif: Rahang sempit? dokter ortodonti dapat merekomendasikan pencabutan premolar untuk membuka ruang.
- Frenectomy: Jarak gigi depan melebar karena frenulum labial tebal. Memotong jaringan ini membantu closing gap yang lebih stabil.
- Exposure (operkulum) gigi kaninus impaksi: Gigi taring “terkubur” perlu diexpose agar bracket bisa menariknya turun.
- Apicoectomy (sisa akar): Akar tertinggal harus dibersihkan agar tidak memicu infeksi selama perawatan.
Tentunya, tidak semua orang butuh bedah mulut. Keputusan diambil setelah evaluasi radiografi dan konsultasi Tim Ortodonti dan Spesialis Bedah Mulut.
Apa Jadinya Apabila Bedah Mulut Diabaikan?
- Bracket sering lepas karena tekanan tak terduga dari gigi impaksi.
- Durasi behel molor, yang sebenernya membutuhkan 2-3 tahun malah menjadi 4 tahun.
- Nyeri, radang, atau kista yang muncul di tengah perawatan memaksa behel dilepas sementara.
- Hasil akhir kurang ideal seperti gigitan tidak simetris, relapse (gigi bergerak balik), hingga masalah sendi rahang.
Pasang behel bukan sekadar tempel bracket tapi juga harus menyiapkan fondasi yang kuat. Jika evaluasi menunjukkan perlunya bedah mulut, jalani sekarang agar perjalanan ortodonti lebih mulus, singkat, dan nyaman.
Dharmawangsa Dental Studio dan Brawijaya Dental Studio menyediakan layanan ortodonti lengkap dan spesialis bedah mulut yang berpengalaman. Booking online atau hubungi kami untuk mendapatkan informasi paket promo “PreBraces dan Orthodontic Combo”! Jadikan senyum rapi dan sehat sebagai investasi masa depanmu!