Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di meja registrasi Dharmawangsa Dental Studio (DDS) saat bulan Ramadan adalah: “Dok, kalau saya tambal atau cabut gigi sekarang, puasa saya batal tidak ya?”. Keraguan ini sering kali membuat pasien menunda perawatan, yang sayangnya terkadang justru membuat sakit gigi bertambah parah di tengah malam.
Sebenarnya, apakah prosedur medis kedokteran gigi membatalkan puasa? Mari kita bedah secara medis dan melihat panduan umum yang berlaku agar ibadah tetap lancar dan kesehatan gigi tetap terjaga.
Tambal Gigi Saat Puasa: Apakah Boleh?
Secara umum, prosedur tambal gigi aman dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa, asalkan tidak ada cairan atau material yang tertelan dengan sengaja.
- Proses Pembersihan: Saat dokter membuang bagian gigi yang busuk menggunakan bor, akan ada aliran air untuk mendinginkan gigi. Di DDS, kami menggunakan High-Volume Evacuator (suction kuat) yang akan menyedot seluruh cairan di mulut secara instan agar tidak tertelan oleh pasien.
- Material Tambalan: Bahan tambal yang digunakan akan mengeras secara permanen dan tidak memiliki rasa yang masuk ke tenggorokan.
Cabut Gigi dan Anestesi (Bius Lokal)
Bagaimana dengan cabut gigi yang memerlukan suntikan bius? Menurut fatwa medis dan keagamaan yang umum berlaku (seperti MUI), suntikan medis yang tidak berfungsi sebagai nutrisi (makanan) dan dilakukan ke dalam otot atau jaringan (bukan ke pembuluh darah secara langsung untuk energi) tidak membatalkan puasa. Bius gigi termasuk dalam kategori ini karena hanya mematikan saraf di area tertentu. Setelah cabut gigi, akan ada sedikit darah. Selama darah tersebut tidak tertelan dengan sengaja (dibuang/dilepeh), maka puasa tetap sah.
Prosedur Lain: Scaling dan Obat-obatan
- Scaling (Pembersihan Karang Gigi): Sama seperti tambal gigi, risiko tertelan air bisa diantisipasi dengan alat penyedot (suction) yang canggih.
- Obat-obatan: Jika setelah perawatan dokter meresepkan antibiotik atau pereda nyeri, pastikan untuk meminumnya di waktu antara berbuka dan sahur. Dokter di DDS akan menyesuaikan dosis dan jenis obat agar tetap efektif dengan pola makan saat puasa.
Agar kunjunganmu ke Dharmawangsa Dental Studio tetap nyaman meski sedang puasa, ikuti tips berikut:
- Pilih Jadwal Pagi Hari: Saat pagi, kondisi tubuh biasanya masih segar dan produksi air liur belum terlalu kering, sehingga mulut tidak terlalu sensitif.
- Komunikasikan dengan Dokter: Beritahu dokter bahwa kamu sedang berpuasa. Tim dokter kami akan bekerja secara ekstra hati-hati dalam penggunaan air dan suction.
- Jangan Menunda Rasa Sakit: Jika gigi sudah sakit berdenyut, segera periksakan. Infeksi gigi yang didiamkan bisa menyebabkan demam dan kondisi fisik yang drop, yang justru malah berisiko membuat Anda harus membatalkan puasa karena sakit.
Gigi Bermasalah di Tengah Puasa? Jangan Ditahan! Kesehatan gigi yang baik akan membuatmu lebih khusyuk dalam beribadah. Di Dharmawangsa Dental Studio, kami menyediakan perawatan gigi yang nyaman dan aman untukmu yang sedang menjalankan ibadah puasa. Konsultasikan keluhan kamu dengan tim kami tanpa perlu ragu lagi.