Saat berjalan di lorong toiletries supermarket, kamu pasti melihat deretan pasta gigi anak dengan gambar karakter lucu dan rasa buah yang menggoda. Namun, memilih pasta gigi untuk si kecil bukan cuma soal rasa stroberi atau jeruk, lho.
Pertanyaan yang paling sering muncul di Dharmawangsa Dental Studio (DDS) adalah: “Dok, anak saya belum bisa meludah, boleh pakai pasta gigi ber-fluoride?”.
Fluoride adalah pedang bermata dua: ia sangat ampuh mencegah lubang gigi, tapi dosisnya harus tepat. Yuk, kita bahas aturan mainnya agar gigi si kecil kuat tanpa risiko berlebih!
Mengapa Fluoride Itu Penting?
Gigi anak-anak memiliki lapisan email yang lebih tipis dibandingkan gigi orang dewasa. Fluoride bekerja dengan cara:
- Remineralisasi: Memperbaiki lapisan email yang mulai terkikis asam.
- Ketahanan Bakteri: Membuat gigi lebih “kebal” terhadap serangan asam dari sisa susu atau makanan manis.
Standar Kadar Fluoride yang Aman (Rekomendasi IDGAI & AAP)
Berdasarkan panduan terbaru dari ikatan dokter gigi anak, berikut adalah panduan penggunaannya:
1. Usia di Bawah 3 Tahun
- Kadar: Gunakan pasta gigi mengandung fluoride minimal 1.000 ppm (parts per million).
- Takaran: Cukup seulas tipis saja atau setipis biji beras (smear).
- Catatan: Meski anak belum bisa meludah dengan sempurna, jumlah “setipis biji beras” ini aman jika tidak sengaja tertelan.
2. Usia 3 hingga 6 Tahun
- Kadar: Tetap gunakan minimal 1.000 ppm.
- Takaran: Seukuran biji kacang polong (pea-sized).
- Catatan: Di usia ini, ajarkan anak untuk mulai meludah dan tidak menelan pasta giginya.
3. Usia di Atas 6 Tahun
- Kadar: Bisa mulai beralih ke pasta gigi dengan kadar 1.450 ppm atau pasta gigi dewasa jika mereka sudah terbiasa meludah dengan bersih.
Apa Risikonya Jika Terlalu Banyak Fluoride?
Jika anak terlalu sering menelan pasta gigi dalam jumlah banyak (misalnya satu sikat penuh setiap hari), bisa terjadi kondisi yang disebut Fluorosis.
- Gejalanya: Muncul bercak putih atau kecokelatan yang permanen pada gigi tetap yang sedang tumbuh di dalam gusi.
- Solusinya: Bukan dengan menghindari fluoride sama sekali, tapi dengan mengontrol takarannya sesuai panduan di atas.
Tips Memilih Pasta Gigi Anak dari Tim DDS
- Cek Label Kemasan: Cari tulisan kadar fluoride (biasanya dalam satuan ppm). Jika tidak tertera, jangan ragu untuk bertanya pada apoteker atau dokter gigi.
- Hindari Rasa yang Terlalu “Enak”: Kadang rasa yang terlalu manis malah memicu anak untuk sengaja menelan pasta giginya. Pilih rasa buah yang segar tapi tidak membuat anak ingin “memakannya”.
- Bebas SLS (Opsional): Jika anak memiliki mulut yang sensitif atau sering sariawan, carilah pasta gigi yang bebas Sodium Lauryl Sulfate (deterjen yang menghasilkan busa).
Bingung Memilih Produk Perawatan Gigi untuk Si Kecil? Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Konsultasikan kesehatan gigi buah hatimu dan dapatkan rekomendasi produk yang tepat di Dharmawangsa Dental Studio. Kami siap membantu kamu menjaga senyum sehat si kecil sejak dini!