Gigi Anak Tumbuh Berlapis (Gigi Hiu), Perlukah Segera Dicabut?

Kaget melihat ada gigi baru yang tumbuh di belakang gigi susu si kecil, padahal gigi susunya belum tanggal? Tenang, kamu tidak sendirian! Dalam dunia kedokteran gigi, kondisi ini sering disebut sebagai “Shark Teeth” atau Gigi Hiu.

Nama ini diambil karena susunan gigi anak jadi terlihat berlapis seperti gigi ikan hiu. Meskipun terlihat mengkhawatirkan dan “berantakan”, kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi pada masa pergantian gigi. Tapi, apakah ini berarti gigi susunya harus segera dicabut ke dokter? Di Dharmawangsa Dental Studio (DDS), kami punya panduannya untuk kamu.

Mengapa Gigi Hiu Bisa Terjadi?

Normalnya, gigi permanen yang tumbuh di bawah gigi susu akan “memakan” atau mengikis akar gigi susu hingga gigi tersebut goyang dan tanggal. Namun, ada kalanya gigi permanen tumbuh sedikit meleset dari jalur, sehingga ia tumbuh di belakang gigi susu tanpa merusak akarnya. Hasilnya? Gigi susu tetap kokoh di tempatnya, sementara gigi baru sudah muncul di belakangnya.

Kapan Kamu Harus Menunggu?

Tidak semua kasus gigi hiu butuh tindakan medis segera. Kamu bisa memantau di rumah jika:

  • Gigi Susu Sudah Goyang: Jika gigi susu depan sudah mulai goyang (meski sedikit), biarkan si kecil mencoba menggoyangkannya sendiri dengan lidah atau jari yang bersih. Seringkali, gigi susu akan tanggal sendiri dalam beberapa minggu.
  • Tidak Ada Rasa Sakit: Selama anak tidak mengeluh sakit saat makan dan tidak ada bengkak di gusi, kamu masih punya waktu untuk observasi.

Kapan Waktunya ke Dokter Gigi (DDS)?

Kamu disarankan untuk membawa si kecil ke tim Pedodontist kami jika terjadi kondisi berikut:

  1. Gigi Susu Tidak Goyang Sama Sekali: Jika gigi permanen sudah tumbuh cukup tinggi tapi gigi susunya masih sangat kokoh (tidak ada tanda-tanda mau tanggal).
  2. Sudah Lebih dari 2 Bulan: Jika posisi gigi tetap tersebut tidak berubah atau bertambah maju setelah dua bulan.
  3. Anak Merasa Terganggu: Posisi gigi berlapis membuat si kecil sulit membersihkan gigi, menyebabkan gusi meradang, atau mengganggu saat ia mengunyah makanan.
  4. Usia Sudah Lewat: Jika anak sudah berusia di atas 7 tahun namun gigi depan bawahnya masih berlapis secara permanen.

Apakah Gigi Tetap yang “Di Belakang” Bisa Rapi Kembali?

Ini adalah kekhawatiran terbesar orang tua. Jawabannya: Ya, sangat bisa! Gigi memiliki kemampuan alami untuk bergerak ke posisi yang benar berkat dorongan dari lidah. Begitu gigi susu yang menghalangi dicabut atau tanggal, lidah secara perlahan akan mendorong gigi permanen ke depan hingga menempati lengkung gigi yang seharusnya.

Solusi di Dharmawangsa Dental Studio

Jika pencabutan memang diperlukan, tim dokter gigi anak di DDS akan melakukannya dengan prosedur yang sangat minim trauma. Kami menggunakan anestesi topikal (oles) yang terasa seperti buah-buahan agar si kecil tidak merasa sakit saat proses mati rasa dilakukan.

Gigi Si Kecil Tumbuh Dua Lapis? Jangan dibiarkan menjadi beban pikiran. Konsultasikan kondisi “Gigi Hiu” buah hatimu dengan dokter gigi spesialis anak di Dharmawangsa Dental Studio. Kami akan memberikan saran terbaik apakah gigi tersebut perlu dicabut atau cukup dipantau di rumah.